Frans Seda Diusulkan Gantikan Nama Bandara Waioti

Kompas.com - 04/01/2010, 09:17 WIB

KUPANG, KOMPAS.com — Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya mengusulkan supaya nama Bandara Waioti di Maumere, Sikka, Flores, diganti menjadi Bandara Frans Seda.
     
"Usulan itu sudah disampaikan kepada beberapa pihak di Jakarta, tetapi belum semuanya menerima," kata Gubernur Frans Lebu Raya, melalui telepon genggam dari Jakarta, Senin (4/1/2010).
     
"Saya sudah mendiskusikan dengan beberapa pihak, terutama orang NTT yang ada di Jakarta. Tetapi belum semuanya setuju untuk mengganti nama Bandara Waioti menjadi Frans Seda," katanya.
     
Menurut dia, pengabadian nama Frans Seda untuk nama bandara di NTT mungkin dinilai terlalu kecil. Namun sebagai orang NTT, almarhum bagaimanapun perlu dikenang sebagai figur yang sangat berjasa dalam pembangunan di NTT.
     
Karena itu, diskusi ini akan terus dilakukan. Jika ada kesepakatan bersama, maka pemerintah NTT akan mengumumkan kepada publik pada upacara misa arwah yang akan digelar di Kupang, Selasa (6/1/2010).
     
Almarhum Frans Seda, kata Lebu Raya, sangat berjasa bagi bangsa ini, terutama dalam pembangunan perhubungan di kawasan timur Indonesia, termasuk NTT.
     
Ketika menjabat sebagai Menteri Perhubungan, kontribusi almarhum di bidang perhubungan laut dan udara sangat besar dalam membuka isolasi wilayah di provinsi kepulauan itu. Sejumlah kapal perintis dioperasikan di NTT untuk meretas isolasi wilayah, dan penerbangan perintis oleh pesawat Merpati Nusantara Airlines ke sejumlah daerah di NTT. "Semua ini berkat campur tangan Frans Seda," katanya.
     
Karena itu, menurut dia, tidak salah jika masyarakat NTT mengubah nama bandara di kampung halamannya itu untuk mengenang jasa-jasa almarhum yang semasa hidupnya telah mengadikan diri bagi bangsa ini.
     
Namun, semua itu sangat bergantung pada kesepakatan semua pihak. "Mungkin saja ada hal lain yang diusulkan sebagai bukti untuk mengenang almarhum sepajang masa. Kami membuka diri untuk menerima masukan," paparnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau